Workshop Pelaporan Bantuan Pemerintah SMK Teaching Factory Skema Pengimbasan Tahun 2024 .
Jakarta, 30 November 2024– Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sukses menyelenggarakan Workshop Pendampingan Pelaporan Bantuan Pemerintah untuk SMK yang Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik (Teaching Factory) Skema Pengimbasan Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 November 2024, di Novotel Jakarta Gajah Mada.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis kepada para penerima bantuan pemerintah dalam menyusun laporan keuangan dan non-keuangan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hadir dalam acara ini sejumlah kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi dari SMK penerima bantuan Teaching Factory. Dalam sambutannya, perwakilan dari Direktorat SMK menekankan pentingnya pengelolaan dana bantuan pemerintah secara efektif dan tepat sasaran untuk mendukung implementasi pengajaran berbasis pabrik yang menjadi inti dari program Teaching Factory. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri. Laporan yang akurat dan transparan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlanjutan program serta menciptakan kepercayaan publik,” ujar narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Selama Workshop, peserta diberikan materi tentang prosedur pelaporan, format dokumen pendukung, serta mekanisme pelaporan daring. Selain itu, terdapat sesi praktik langsung di mana peserta menyimulasikan penyusunan laporan keuangan dan progres kegiatan berbasis kasus nyata. Workshop ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik antar-SMK yang telah berhasil menerapkan Teaching Factory. Diharapkan, melalui skema pengimbasan, program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas ke sekolah-sekolah lain di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Direktorat SMK berharap para peserta dapat menyelesaikan pelaporan bantuan pemerintah tepat waktu dan sesuai ketentuan, sehingga dapat terus mendukung visi pendidikan vokasi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.